Tetes air dari atap
Mekar indah kamboja putih
Payung kecil terbuka lebar
Angin sepi bertiup damai
Penuh kekosongan dan sepi
Sendiri di sini bukanlah arti
hanya terduduk diam dengan santai
sambil melihat hal yang tercapai
Kertas...
pulpen...
makanan...
minuman...
Lantai basah karena tetesan
Bukan balasan namun tulisan
Begitu sunyi senyap
ditemani datangnya gelap
Dingin..
Sepi...
(puisi ini sebelumnya
saya tulis di buku "Diary Mahasiswa" ketika menunggu teman-teman untuk latihan teater di Kampus. Iseng daripada kurang kerjaan sambil makan dan menunggu hujan reda. hahahahha setelah selesai menulis ternyata gak jadi latihan huhuhuhuh!!!) Jum'at, 8 November 2013. Ini dia.....!!!

