Minggu, 20 April 2014

Sisa Hujan

Tetes air dari atap
Mekar indah kamboja putih
Payung kecil terbuka lebar
Angin sepi bertiup damai

Penuh kekosongan dan sepi
Sendiri di sini bukanlah arti
hanya terduduk diam dengan santai
sambil melihat hal yang tercapai

Kertas...
pulpen...
makanan...
minuman...

Lantai basah karena tetesan
Bukan balasan namun tulisan
Begitu sunyi senyap
ditemani datangnya gelap

Dingin..
Sepi...



(puisi ini sebelumnya

saya tulis di buku "Diary Mahasiswa" ketika menunggu teman-teman untuk latihan teater di Kampus. Iseng daripada kurang kerjaan sambil makan dan menunggu hujan reda. hahahahha setelah selesai menulis ternyata gak jadi latihan huhuhuhuh!!!) Jum'at, 8 November 2013. Ini dia.....!!!